Ditolak dan digemari, itulah gambaran sosok Maria Ozawa alias Miyabi, di Indonesia. Miyabi yang dikenal sebagai artis film porno Jepang, ternyata juga bermain di sejumlah film ‘biasa’ alias bukan film porno. Nah, kontroversi sosok Miyabi, dan panasnya ’suhu’ Indonesia ketika disebut artis porno ini akan bermain film di Indonesia–meskipun gagal karena banyaknya elemen masyarakat yang menolak– dimanfaatkan oleh importir film, untuk memutar film Miyabi di Indonesia.
Film yang akan di putar di bioskop-bioskop Jakarta dan Bandung ini berjudul Invitation Only judul asli film ini adalah, ‘Jue Ming Pai Dui’ , produksi Taiwan, sebuah film horor. Konon ditayangkannya film ini di Indonesia karena film ini mendapat kehormatan untuk ikut serta alam Festival Film Fantastik.
Tapi bisa jadi ini semacam ‘pemanasan’ sekaligus untuk memberi tahu, ‘ini loh Miyabi bisa juga main film ’sopan’ sekaligus juga, pemutaran film ini untuk memuaskan dahaga mereka yang ‘tergila-gila’ pada Miyabi.
He..he..memang ada banyak cara ‘mendatangkan’ Miyabi ke Indonesia. Salah satunya, ya, ini pemutaran filmnya, Invitation Only.
Sejak 17 April 2009, film yang disutradarai Kevin Ko ini telah tayang di Taiwan. Film ini menceritakan lima sahabat yang datang ke sebuah pesta liar. Mereka tak menyangka kalau malam spesial itu hanya sebagai tameng adanya tragedi pembunuhan.
Film bergenre horor ini diikutsertakan dalam Festival Film Fantasi atau Indonesia International Fantastic Film Festival (INAFFF) yang dimulai pada 13 November – 22 November di Jakarta. Festival diilanjutkan 27-29 November di Bandung, Jawa Barat.
“INAFFF akan memutar 35 film dari berbagai negara di dunia,” ujar Director INAFFF Rusli Eddy ditemui di Blitz Megaplex, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (30/10/2009).
Yang mo download filmya silahkan :
Film tentang tewasnya lima wartawan Australia di Timor Leste atau dikenal dengan nama Balibo Five batal diputar perdana di Jakarta. Pemutaran film itu disponsori oleh Jakarta Foreign Correspondents Club. Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) telah memutuskan film ini tidak lulus sensor atau dilarang.
Film yang disutradarai Robert Connolly ini mengisahkan kebrutalan tentara Indonesia yang melakukan pembunuhan terhadap lima wartawan Australia pada 1975. Para jurnalis tersebut adalah Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters. Hal itu kontradiktif dengan penjelasan otoritas RI bahwa para wartawan itu tewas secara tidak sengaja dalam sebuah baku tembak.
Menurut rencana, Balibo Five juga akan ditayangkan di Jakarta Internasional Film Festival (Jiffest) pada 4-12 Desember.
Sebelumnya, pada September, Departemen Luar Negeri telah meminta pejabat tinggi Deplu bertemu dengan Menlu Australia untuk meminta klarifikasi isu kasus ‘Balibo Five’, yang tengah diinvestigasi kembali oleh Kepolisian Federal Australia (AFP).
Bagi Indonesia, kasus Balibo Five sudah selesai. Melalui juru bicaranya, Teuku Faizasyah, Deplu menyatakan kasus Balibo Five tidak peru dibuka kembali, karena akan berpotensi membuat hubungan Indonesia-Australia tidak kondusif. Film Balibo Five sendiri merupakan film fiksi yang dibuat berdasarkan persepsi sang sutradara.Rencana pemutaran film “Balibo Five” di Indonesia sesungguhnya tidak mencerminkan sikap Australia dalam konteks hubungan bilateral. “Pemutaran film Balibo Five itu hanya akan membuka luka lama yang sudah lama terkubur,” katanya.
Kepala Bagian Hukum Internasional Fakultas Hukum Undana Wilhelmus Wetan Songa, SH.MHum itu menambahkan, kalaupun ada maksud lain dibalik rencana pemutaran film Balibo Five, tentunya Lembaga Sensor Film (LSF) sebagai lembaga yang paling berkompeten untuk bersikap apakah menerima atau menolak untuk diputar di Indonesia.
“LSF-lah yang paling berkompeten untuk menyensor setiap film yang hendak di tayang ke publik dan apakah dampak-dampak yang akan terjadi dari segi seni, pendidikan, politik, keamanan, pedamaian dan dampak lainnya dari sebuah film seterlah ditonton masyarakat,” katanya.
Menurut Wetan, kalau dampak pemutaran film itu menganggu hubugnan bilateral antara Indonesia-Timor Leste maka sebaiknya ditolak sebelum segala sesuatu terjadi. Penolakan ini pun bukan sikap pemerintah Indonesia seutuhnya tetapi menjadi sikap LSF sebagai lembaga teknis yang berkompeten.
“Jadi publik juga tidak berlebihan menarik kesimpulan terlalu dini dengan mengatakan Indonesia menolak film ‘Balibo Five’ diputar negara kepulauan ini, karena tidak pada tempatnya,” katanya. Ia menegaskan, persoalan buruk masa lalu antara Indonesia-Timor Leste sudah dikubur semuanya oleh kedua negara, sehingga Australia tidak perlu lagi membuka lembaran masa lalu lewat Balibo Five.
“Tewasnya lima orang wartawan Australia dalam insiden Balibo, merupakan risiko dari para jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan di daerah konflik,” katanya.
Direktur Eksekutif LBH Pers Hendrayana menyatakan “Jangan melarang, toh itu (Balibo Five) belum tentu itu benar atau kenapa tidak buat versi pemerintah saja kalau memang punya versi yang lain”.
Menurut dia film Balibo Five justru memberikan pembelajaran yang positif khususnya bagi rekan-rekan wartawan. “Jurnalis jadi bisa belajar terutama ketika meliput di daerah rawan konflik,” tambahnya.
Hendrayana juga menginginkan jika apa yang dikisahkan dalam film tersebut diteliti kembali kebenarannya. “Kalau benar demikian maka hal tersebut harus diungkap, tidak bisa dibiarkan,” paparnya.
ini cuplikan filmnya :
http://berandakawasan.wordpress.com/?s=balibo&searchbutton=go!

Kios Emak (Anna Shirley) diledakkan gerombolan penagih hutang yang dipimpin oleh Beno (VJ Mike) dengan menggunakan petasan. Topan (Ricky Harun) sangat marah atas kejadian itu dan berniat membalas perlakuan Beno cs yang dipimpin oleh Satyo (Didi Petet). Maka Satyo pun jadi target balas dendam Topan. Dalam melakukan aksinya bukan Cuma gagal, malah dapat masalah. Saat sedang mindik masuk ke rumah Satyo, ia malah tertimpa Indah (Oxcerila), anak Satyo yang sedang berniat kabur dari rumah. Rencana mereka berdua pun nyaris gagal. Indah bersiasat seolah disamdera oleh Topan dan berhasil lari dari rumah setelah mereka melumpuhkan Beno cs.
Mereka pun kabur bersama. Topan yang takut ditangkap polisi terpaksa ikut Indah yang ternyata ingin memberikan ayahnya pelajaran karena ingin kawin lagi. Dengan saling bermusuhan, mereka kabur ke Jakarta. Melewati berbagai masalah, akhirnya mereka terpisah setelah Indah ditemukan oleh ayahnya. Meski terlambat menyadari namun benih cinta sudah terlanjur tumbuh di hati mereka.

BENYAMIN S (1939 – 1995)
Dalam dunia musik, Bang Ben (begitu ia kerap disapa) adalah seorang seniman yang berjasa dalam mengembangkan seni tradisional Betawi, khususnya kesenian Gambang Kromong. Lewat kesenian itu pula nama Benyamin semakin popular.
Tahun 1960, presiden pertama Indonesia, Soekarno, melarang diputarnya lagu-lagu asing di Indonesia. Pelarangan tersebut ternyata tidak menghambat karir musik Benyamin, malahan kebalikannya. Dengan kecerdikannya, Bang Ben menyuguhkan musik Gambang Kromong yang dipadu dengan unsur modern.
Kesuksesan dalam dunia musik diawali dengan bergabungnya Benyamin dengan satu grup Naga Mustika. Grup yang berdomisili di sekitar Cengkareng inilah yang kemudian mengantarkan nama Benyamin sebagai salah satu penyanyi terkenal di Indonesia.
Selain Benyamin, kelompok musik ini juga merekrut Ida Royani untuk berduet dengan Benyamin. Dalam perkembangannya, duet Benyamin dan Ida Royani menjadi duet penyanyi paling popular pada zamannya di Indonesia. Bahkan lagu-lagu yang mereka bawakan menjadi tenar dan meraih sukses besar. Sampai-sampai Lilis Suryani salah satu penyanyi yang terkenal saat itu tersaingi.
Orkes Gambang Kromong Naga Mustika dilandasi dengan konsep musik Gambang Kromong Modern. Unsur-unsur musik modern seperti organ, gitar listrik, dan bass, dipadu dengan alat musik tradisional seperti gambang, gendang, kecrek, gong serta suling bambu.
Setelah Orde Lama tumbang, yang ditandai dengan munculnya Soeharto sebagai presiden kedua, musik Gambang Kromong semakin memperlihatkan jatidirinya. Lagu seperti Si Jampang (1969) sukses di pasaran, dilanjutkan dengan lagu Ondel-Ondel (1971).
Lagu-lagu lainnya juga mulai digemari. Tidak hanya oleh masyarakat Betawi tetapi juga Indonesia. Kompor Mleduk, Tukang Garem, Bang Puase, dan Nyai Dasimah adalah sederetan lagunya yang laris di pasaran.
Terlebih setelah Bang Ben berduet dengan Bing Slamet lewat lagu Nonton Bioskop, nama Benyamin menjadi jaminan kesuksesan lagu yang akan ia bawakan.
Setelah Ida Royani hijrah ke Malaysia tahun 1972, Bang Ben mencari pasangan duetnya. Ia menggaet Inneke Kusumawati dan berhasil merilis beberapa album, seperti Djanda Kembang, Semut Djepang, Sekretaris, Penganten Baru dan Palayan Toko.
Lewat popularitas di dunia musik, Benyamin mendapatkan kesempatan untuk main film. Kesempatan itu tidak disia-siakan. Beberapa filmnya, seperti Banteng Betawi (1971), Biang Kerok (1972), Intan Baiduri serta Si Doel Anak Modern (1977) yang disutradari Syumanjaya, semakin mengangkat ketenarannya.
Pada akhir hayatnya, Benyamin juga masih bersentuhan dengan dunia panggung hiburan. Selain main sinetron/film televisi (Mat Beken dan Si Doel Anak Sekolahan) ia masih merilis album terakhirnya dengan grup Gambang Kromong Al-Hajj bersama Keenan Nasution. Lagu seperti Biang Kerok serta Dingin-dingin menjadi andalan album tersebut.
Benyamin meninggal dunia seusai main sepakbola pada tanggal 5 September 1995, akibat serangan jantung.
(1974) Spion 025
(1975) Raja Lenong
(1975) Tukang Ngibul
(1977) Raja Copet
(1972) Intan Berduri
(1974) Drakula Mantu
(1974) Tarzan Kota
(1975) Samson Betawi
(1976) 3 Djanggo
(1977) Selangit Mesra
(1973) Biang Kerok Beruntung
(1974) Musuh Bebuyutan
(1975) Buaye Gile
(1975) Setan Kuburan
(1976) Hippies Lokal
(1978) Betty Bencong Selebor
(1973) Si Doel Anak Betawi
(1974) Ratu Amplop
(1975) Koboi Ngungsi
(1975) Traktor Benyamin
(1976) Tarsan Pensiunan
(1983) Sama Gilanya
kalo mao beli pelem yang ada diatas bisa email : archdevil65@gmail.com

Berniat untuk liburan akhir tahun ke pulau tak berpenghuni? Lebih baik Anda berpikir lagi, jangan sampai nasib Anda seperti Tamara Bleszynski di 'Air Terjun Pengantin'.
Tiara (Tamara Bleszynski) mengalami trauma berat karena kecelakaan hebat. Untuk menghilangkan traumanya, Tiara berencana berlibur. Ia pun mendengar cerita beberapa orang kalau Air Terjun Pengantin menjadi tempat yang asyik.
Tiara mengajak teman-teman sepupunya untuk menemaninya. Dengan rombongan delapan orang termasuk sang kekasih, Lilo (Kieran Shidu) berangkatlah mereka ke Air Terjun Pengantin.
Begitu melihat pantai yang masih asli, Tiara Cs pun langsung meluapkan kegembiraan. Nah, adegan itu merupakan adegan yang sempat membuat heboh masyarakat. Di adegan itu, Tamara, Tyas Mirasih dan aktris perempuan lainnya tampil seksi dengan balutan bikini.
Namun kesenangan mereka tak berlangsung lama setelah beberapa kali muncul kejadian aneh. Hingga akhirnya Lilo bercerita di pulau tersebut sebenarnya terdapat penduduk, hanya saja semua penghuni pulau itu dibantai oleh orang misterius.
Mulai dari situ, munculah manusia bertopeng yang menebar teror. Satu demi satu rombongan Tiara dibunuh dan diminum darahnya. Apa motif motif pembunuhan pria bertopeng itu? Apakah Tiara bisa lari dari pembantaiaan tersebut?
'Air Terjun Pengantin' merupakan karya Rizal Mantovani, salah satu sutradara yang doyan menakut-nakuti pecinta film Indonesia. Namun tidak seperti biasanya, karya Rizal yang satu ini sedikit miskin cerita. Film berdurasi 90 menit ini terasa hanya seperti kumpulan adegan kekerasan yang cenderung sadis dan penampilan seksi para aktrisnya.
Terlalu banyak darah yang berceceran, 'Air Terjun Pengantin' tak layak dikonsumsi anak-anak. Jadi memang nggak heran jika Tamara beberapa waktu lalu minta supaya penonton 'Air Terjun Pengantin' diperiksa KTPnya.
Nih Trailernya :
Tentang Blog Ini
Anda Pengunjung ke
Kategori
- Aneh dan Unik (23)
- CurCol (3)
- Facebook (8)
- Film (6)
- Indonesiaku (11)
- Kesehatan (9)
- Lucu (5)
- Mistery (7)
- Music (7)
- PONSEL (2)
- Sejarah (14)
- SEXXX (18)
- Tahukah Anda (62)
- Technology (4)
- Tips Komputer (8)
Followers
My Blog List
-
-
-
-
-
Polri Dukung Pembangunan Server RIM untuk Melacak Kasus Terorisme - Rencana pembangunan server Research In Motion (RIM) di Indonesia mendapat sambutan positif Polri. Mabes Polri mendukung pembangunan server yang digunakan p...16 years ago









